Mahasiswa TBI UIN Saizu Purwokerto Terpilih Sebagai Tamu Undangan pada The 50th Diplomatic Forum

Pada Selasa, 25 November 2025, empat mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (TBI) UIN Saizu Purwokerto berkesempatan menjadi tamu undangan dalam acara The 50th Diplomatik Forum, yang diadakan oleh LPP RRI Stasiun Siaran Luar Negeri Voice of Indonesia. Forum internasional ini mengangkat topik Waste: From Struggle to Strength dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan negara, termasuk Seychelles, Polandia, Kamboja, Kuba, dan Uzbekistan.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Chumaera Moktika, Vania Priandita, Muhammad Nibroos Nur Nabhan, dan Adlan Nazhif, yang mewakili UIN Saizu dalam forum penting ini. Acara ini membahas tentang pengelolaan sampah, serta bagaimana solusi terkait dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan sosial di berbagai negara. Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi antar negara untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah dan potensi besar yang dapat dimanfaatkan melalui kearifan lokal.

Menariknya, forum ini juga menjadi ajang bagi perwakilan kedutaan besar untuk melihat lebih dalam bagaimana Banyumas, yang dipilih sebagai lokasi studi kasus, telah berhasil dalam pengelolaan sampah yang berdampak positif pada pelestarian sumber daya alam. Acara ini juga membuka peluang bagi kedutaan besar untuk menjajaki potensi investasi di bidang pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan di Banyumas.

Kehadiran mahasiswa-mahasiswa TBI ini memperlihatkan komitmen mereka dalam mendalami isu keberlanjutan dan peran bahasa Inggris dalam diplomasi serta pengembangan berkelanjutan. Mereka tidak hanya terlibat dalam diskusi yang mendalam, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam diplomasi internasional dan praktik lingkungan yang akan bermanfaat dalam studi dan karir mereka di masa depan.

Kesan dari Delegasi Mahasiswa TBI UIN Saizu Purwokerto: “Acara ini benar-benar membuka wawasan kami. Melihat perwakilan dari tujuh negara berdiskusi tentang pengolahan sampah memberi kami pemahaman yang lebih luas bahwa ini adalah isu global yang perlu diselesaikan bersama. Diskusinya sangat menarik karena setiap negara membawa pandangan dan pengalaman mereka sendiri, sehingga kami bisa belajar banyak tentang teknologi dan kebijakan yang bisa diterapkan di Indonesia.

Yang paling berkesan bagi kami adalah bagaimana kearifan lokal Banyumas juga turut ditampilkan dalam forum ini. Ada banyak nilai yang bisa diambil dari cara masyarakat lokal mengelola sampah dengan gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi. Kami jadi sadar bahwa meskipun solusi modern itu penting, budaya lokal juga punya peran besar dalam menciptakan perubahan positif.”

Narasumber pada acara tersebut termasuk perwakilan dari Kedutaan Besar Seychelles Nico Barito, Kedutaan Besar Polandia Barabara Szymanowska, Kedutaan Besar Kamboja Tean Samnang, Kedutaan Besar Uzbekistan Oybek Esonov, dan Kedutaan Besar Kuba Dagmar González Grau.

WhatsApp Image 2025-11-27 at 08.45.07
WhatsApp Image 2025-11-27 at 08.45.07 (1)



The English Language Education Study Program is accredited B from the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT).

Contact Us

Content


  • News

  • Students

  • CELTI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *